Ada satu pertanyaan yang akhir-akhir ini sering muncul di benak banyak orang yang peduli pada perkembangan alumni IKA SMKN 1 Godean.
Mengapa masih banyak alumni SMKN 1 Godean yang memilih diam, menjaga jarak, bahkan tidak tertarik bergabung dalam wadah alumni?
Padahal, saat masih menjadi siswa, sekolah ini pernah menjadi bagian penting dalam hidup mereka. Tempat belajar, bercanda, bertumbuh, bahkan menemukan arah masa depan. Namun ketika lulus, hubungan itu seperti selesai begitu saja.
Alumni Sebenarnya Peduli, Tapi...
Kalau diperhatikan lebih dalam, sebenarnya banyak alumni masih peduli pada almamaternya. Buktinya, ketika ada kabar sekolah berprestasi, banyak yang ikut membagikan di media sosial. Saat bertemu teman satu angkatan, cerita tentang masa sekolah selalu muncul dengan penuh nostalgia.
Artinya, rasa memiliki itu masih ada.
Masalahnya, banyak alumni merasa bahwa bergabung dalam organisasi alumni belum terasa dekat dengan kehidupan mereka. Ada yang berpikir:
- “Nanti kalau gabung, paling cuma diminta iuran.”
- “Saya sudah sibuk kerja.”
- “Saya bukan orang sukses, jadi minder.”
- “Tidak kenal pengurusnya.”
- “Masuk organisasi alumni memang manfaatnya apa?”
Pemikiran seperti ini wajar. Karena tidak semua orang pernah merasakan langsung manfaat adanya ikatan alumni yang hidup dan aktif.
Padahal, IKA Bukan Sekadar Kumpulan Nama
Sering kali orang membayangkan organisasi alumni hanya sebatas grup WhatsApp, kumpul tahunan, atau formalitas acara. Padahal kalau dikelola dengan baik, ikatan alumni bisa menjadi kekuatan besar.
Bayangkan jika ribuan alumni SMKN 1 Godean saling terhubung.
Ada alumni yang bekerja di perusahaan besar. Ada yang menjadi guru, ASN, pengusaha, desainer, teknisi, administrasi perkantoran, bahkan ada yang sedang merintis usaha kecil. Jika semua terkoneksi, banyak hal baik bisa terjadi.
Di banyak sekolah besar, kekuatan alumninya menjadi salah satu alasan sekolah semakin maju. Karena alumni tidak hanya datang saat reuni, tetapi ikut menjaga nama baik dan masa depan almamaternya.
Tidak Harus Kaya atau Sukses Dulu untuk Bergabung
Ada juga alumni yang merasa belum pantas bergabung karena hidupnya belum “berhasil”. Ini yang perlu diluruskan.
IKA seharusnya menjadi rumah bersama. Tempat semua alumni diterima tanpa melihat pekerjaan, penghasilan, atau status sosial.
Justru organisasi alumni akan kuat kalau diisi oleh banyak orang dengan berbagai pengalaman hidup. Karena setiap alumni punya cerita, perjuangan, dan kontribusi masing-masing.
Hal kecil seperti itu pun sudah sangat berarti.
Kalau Tidak Bergerak Sekarang, Kapan Lagi?
Sekolah terus berkembang. Generasi baru terus datang. Tapi hubungan antara alumni dan almamater jangan sampai terputus.
Karena sejatinya, nama besar sekolah juga dibangun oleh alumninya.
Hubungan itu seharusnya saling menguatkan.
IKA SMKN 1 Godean tidak akan hidup hanya karena pengurusnya. Organisasi ini akan hidup kalau alumninya mau ikut bergerak, walau sedikit demi sedikit.
Karena organisasi alumni yang besar selalu dimulai dari satu hal sederhana: rasa memiliki.
Mari Kembali Terhubung
Mungkin selama ini ada kekurangan dalam komunikasi, pendekatan, atau program yang belum dirasakan manfaatnya. Itu menjadi bahan evaluasi bersama. Namun menjauh bukanlah solusi.
Jika ingin IKA lebih baik, maka alumni juga perlu ikut hadir di dalamnya.
Rumah besar bagi seluruh alumni SMKN 1 Godean, dari angkatan lama sampai yang baru lulus kemarin.
Karena pada akhirnya, sejauh apa pun kita melangkah, almamater tetap menjadi tempat yang pernah membentuk sebagian cerita hidup kita.

0 Komentar